Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2022

Koneksi Antar Materi Modul 1.3

 Filosofi Pendidikan Menurut KHD

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidik itu  hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Peran Pendidik diibaratkan seorang Petani atau Tukang Kebun yang tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanamannya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis tanaman beda perlakuanya. Artinya bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk  kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda-beda (berorientasi pada anak). Kita harus bisa memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan ide, berfikir kreatif, mengembangkan bakat/minat siswa (merdeka belajar), tapi kebebasan itu bukan berarti kebebasan mutlak, perlu  tuntunan dan arahan dari guru supaya anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya.

KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat dasar tadi, yang bisa dilakukan adalah menunjukan dan membimbing mereka agar muncul sifat-sifat baiknya sehingga menutupi/mengaburkan sifat-sifat jeleknya. Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Dalam konteks pembelajaran Kalau sekarang ya kita harus bekali siswa dengan kecakapan Abad 21Budi pekerti juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai guru. Guru harus senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam mengembangkan budi pekerti. Di Sekolah kita bisa tanamkan nilai-nilai budi pekerti/akhlak mulia pada anak melalui kegiatan pembiasaan.

NILAI DIRI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Nilai diri yang diharapkan ada pada Guru Penggerak adalah Mandiri, Reflektif, Inovatif, Kolaboratif, dan Berpihak Pada Murid.

Sedangkan peran dari seorang guru penggerak adalah sebagai pemimpin perubahan baik di kelas, sekolah, atau komunitas lainnya yang berhubungan. Mampu menggerakan orang lain.

 VISI GURU PENGGERAK

Visi adalah tujuan, harapan atau cita-cita yang ingin dicapai. Seorang guru penggerak harus bisa merumuskan dan membuat VISI yang berpihak pada murid untuk mewujudkan murid merdeka, lingkungan yang aman dan nyaman untuk muridnya di sekolah. Seorang guru penggerak harus bisa melibatkan semua warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam menyusun visinya serta melaksanakannya secara bersama-sama. Kemudian melakukan evaluasi bersama juga.

Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara hendaknya kita dalam membuat visi berpijak pada kekuatan dan hal-hal positif yang ada pada anak sesuai kodrat alam dan zamannya. Juga sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. Salah satu hal mendasar dalam sebuah visi adalah perubahan.

Salah satu pendekatan untuk melakukan perubahan bisa kita capai menggunakan paradigma Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai model manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider.

5 Tahapan Inkuri Apresiatif kita kenal dengan sebutan BAGJA, BAGJA adalah akronim dari Buat Pertanyaan Utama (Define), Ambil Pelajaran (Discover), Gali Mimpi (Dream), Jabarkan Rencana (Design), dan Atur Eksekusi (Deliver).


Visi saya adalah : Terwujudnya Generasi yang Berahlak Mulia dan Berprestasi Optimal.


Sabtu, 26 Mei 2018

Jangan Sia-siakan Ramadlan


JANGAN SIA-SIAKAN RAMADLAN
Oleh: Moh. Dasuki, SN
Al-hamdulillah, itulah kalimat yang pantas untuk memulai tulisan ini. Sebab, kita masih diberi kesempatan hidup untuk berjumpa dengan bulan yang penuh dengan Rahmat-Nya, yaitu bulan Ramadhan kali ini. Ya, Ramadhan merupaka bulan yang sangat agung dan utama, keagungan dan keutamaan Ramadhan tidak bisa di tandingi oleh bulan-bulan yang lain. Inilah salah satu nikmat besar yang diberikan oleh Allah untuk umat Nabi Muhammad SAW.
Pada bulan Ramadhan umat Nabi Muhammad benar-benar “dimanja” oleh Allah SWT. dengan berbagai fadhilah (keutamaan), rahmat (kasih sayang Allah) dan maghfirah Allah, semuanya tersaji secara luas di bulan Ramadhan. Menurut sabda Nabi Muhammad SAW, dalam bulan Ramadhan terdapat tiga kalisifikasi (bagian) keistimewaan yang diperuntukkan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Pertama. Awwaluhur Rahmah (pertamanya rahmah/kasih sayang Allah) yaitu pada 10 hari pertama pada bulan Ramadhan. Pada bagian ini, biasanya orang-orang lagi semangat-semangatnya melakukan ibadah, baik itu shalat taraweh dan tadarus (mengaji) Al-qur’an biasanya di masjid-masjid penuh semua.
Kedua, Awshathahu maghfirah (Pertengahannya adalah ampunan) yakni pada tanggal 11-20 Ramadhan. Sedangkan yang ke Tiga, adalah Waakhiratuhu itqun minannar (akhirnya adalah pembebasan dari api neraka) yakni pada tanggal 21 sampai selesainya bulan Ramadhan. Nah, pada waktu ini biasanya sudah ada penurunan intensitas ibadah khsusnya pada shalat taraweh, shaf di masjid-masjid biasanya sudah mulai berkurang.
Sunggguh luar biasasa, Ramadhan merupakan bulan yang komplit, komplit dengan rahmat Allah SWT, maghfirah sampai pada pembebasan dari api neraka, itu semuanya ada didalam bulan Ramadhan. ketiga bagian itu sangat dibutuhkan oleh kita sebagai manusia biasa.  Dengan rahmat Allah, maghfirah dan itqum minannar hidup manusia pasti akan selamat baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Namun, perlu juga penulis tegaskan disini. Dari bagian-bagian yang telah disebutkan diatas, seseorang tidak bisa memililih seenaknya saja. Seperti misalnya hanya berpuasa pada bagian-bagian tertentu saja, seperti mengambil yang terakhir saja, yaitu Itqum minanna (pembebasan dari api neraka), hanya berpuasa pada tanggal 21-30 saja misalnya, atau hanya pada bagian yang lain saja, jelas itu tidak boleh. Sebab itu merupakan ke istimewaan berkesinambungan yang harus dilalui semua oleh manusia.
Keutamaan dan keistimewaan tersebut tentunya hanya akan diperoleh oleh orang-orang yang benar-benar mencari fadhilah tersebut dengan cara betul-betul menjaga puasanya baik dari segi kualitas dan kuantitas. Dari segi kualitas, menjauhi segala hal yang dapat membatalkan puasa, sehingga puasanya bernilai dan tidak hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Dan dari segi kuantitas, puasanya benar-benar full selama bulan Ramadhan dan tidak bolong-bolong.
Oleh karena itu, senyampang kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT untuk berada dan berjumpa dengan bulan Ramadhan kali ini, hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan segala amal kebaikan dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya agar kita memperoleh segala keutamaan yang terkandung didalam bulan Ramadlan. Jangan biarkan setiap waktu yang kita lalui pada bulan Ramadhan terbunag dengan sia-sia tanpa ada amalan baik yang dilakukan.

Jumat, 09 Juni 2017

Keagungan Bulan Ramdlan



KEAGUNGAN BULAN RAMADLAN
Oleh: Moh. Dasuki SN*




Bulan Ramadlan merupakan bulan yang penuh dengan berkah, maghfirah dan kasih sayang dari Allah SWT. Seakan-akan pada bulan ini Allah begitu "Memanjakan" umat Nabi Muhammad dengan berbagai fadlilah atau keutamaan-keutamaan yang terkandung didalamnya. Berbagai kemudahan untuk mendapatkan pahala diberikan oleh Allah SWT. Tapi, kadang-kadang sedikit dari manusia yang mencari dan berusaha untuk mendapatkan kemudahan tersebut. Karena mereka tidak menjaga kualitas dan kesucian dari puasa, mereka hanya tidak makan dan mium tapi perbuatan mereka jauh melenceng dari syariat Islam, seperti suka maksiat, mengunjing orang lain, sombong, korupsi, dan sebagainya. Sehingga mereka tidak memperoleh apa-apa dari puasanya kecuali hanya rasa lapar dan dahaga, seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Na'udzubillah!
Dari berbagai literatur dijelaskan bahwa pada bulan Ramadlan banyak peristiwa-peristiwa besar terjadi, mulai dari heroiknya perang badar pada waktu Nabi Muhammad dahulu, turunnya kitab-kitab yang empat, termasuk Al-qur'an dan hadirnya malam lailatul qadar atau yang disebut dengan malam seribu bulan oleh salah satu band ternama di Indonesia. Barang siapa yang mengerjakan satu amalan baik bertepatan dengan malam lailatul qadar maka pahala amalnya akan dicatat bagaikan mengerjakan selama seribu bulan. Subhanallah!
Pada bulan Ramadlan orang muslim diwajibkan berpuasa, sebagai manifestasi dari rukun Islam yang keempat. Berpuasa secara medis juga diakui sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dalam agama, orang yang berpuasa pada bulan Ramadlan akan mendapatkan pahala yang sangat besar sekali dari Allah SWT jika dalam mengerjakannya sesuai dengan syariat Islam. Bahkan malaikat sendiri pun tidak tahu seberapa besar pahala yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang berpuasa, karena yang memberikan pahala puasa itu langsung Allah SWT sendiri. Sebagimana firman Allah yang terdapat pada hadis qudsi. Yang artinya : Rasulullah SWA bersabda, bahwa Allah SWT berfirman: Tiap amal kebaikan yang dilakukan oleh anak adam berlipat pahalanya dari sepuluh sampai tujuh ratus kali, kecuali ibadah puasa, maka itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya".
Mengapa kok sampai Allah sendiri yang langsung memberikan pahala kepada orang yang melakukan puasa? Didalam kitab Dzurratun Nashien dijelaskan. Yang melatar belakangi hal tersebut ada beberapa macam. Pertama. Karena didalam ibadah puasa itu tidak bisa terjadi riya' (Pengen dipuji orang lain). Karena ibadah puasa itu tidak bersifat gerak fisik atau perbuatan, dan pekerjaannya tidak begitu tampak pada orang lain. lain halnya seperti ibadah shalat, naik haji, dan yang sebagainya yang pekerjaannya tampak. Kita lihat pada ibadah shalat, seseorang bisa saja melakukan riya', misalnya seseorang memperbagus gerak dan bacaan shalat karena ada seseorang yang melihat, dengan harapan supaya dia d puji dan merasa kagum kepadanya. coba kita ihat puasa, puasa itu hanya dilakukan dengan niat pada waktu malam hari dan pada waktu siang hari tidak ada kegiatan spesifik yang dapat dilihat jelas oleh orang lain.
Kedua, karena ibadah puasa itu merupakan ibadah yang samar, yang sulit diketahui oleh orang lain, dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya, ini hampir sama dengan yang pertama, yaitu karena puasa itu ibadah yang tidak dikerjakan dengan pekerjaan yang tampak. Coba kita lihat orang-orang disekitar kita, pada bulan puasa tentunya kita mengira semua orang muslim berpuasa semua, kecuali kalau kita melihat sendiri orang tersebut sedang makan. Padahal siapa tahu dari mereka sebelumnya telah makan dan meminum  secara sembuyi-sembunyi, lalu setelah itu mereka menbersihkan mulut mereka dan setelah itu berlagak seperti halnya orang yang berpuasa. Maka manusia mana yang akan tahu?
Ketiga, karena ibadah puasa itu merupakan ibadah yang dicintai oleh Allah, sebagaimana yang diteragkan pada hadis tersebut diatas dan juga hadis hadis yang lain. Keempat, bahwa diakuinya ibadah puasa adalah untuk Allah, sabagiaman alam hadis, itu merupakan suatu pemuliaan sebagaimana dikatakan "Baitullah" (rumah Allah), itu merupakan sebutan untuk tempat-tempat suci atau tempat ibadah seperti masjid.
Kelima, dengan berpuasa (tidak makan minum) dan menahan syahwat merupakan salah satu dari sifat malaikat. Sebagaimana yang diterangkan dalam syair kitab Aqidatul Awam, yang artinya "Dan (sifat) malaikat yang tidak memiliki ayah dan ibu, serta tidak makan dan tidak mnium, dan tidak pernah tidur". Malaikat merupakan makhluk Allah yang tidak pernah ingkar dan selalu mengerjakan perintah Allah. Karena, malaikat tidak memiliki nafsu.
Oleh karena itu, senyampang kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT untuk berada dan berjumpa dengan bulan Ramadlan kali ini, hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan segala amal kebaikan dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya agar kita memperoleh segala keutamaan yang terkandung didalam bulan Ramadlan. Dan jangan biarkan setiap waktu yang kita lewati berlalu tanpa amalan yang disyariatkan oleh Islam, dan akhirnya terbuang dengan sia-sia.

*Tulisan ini di muat d tabloid INFO Sumenep

Senin, 31 Oktober 2016

Hari Jadi Kabupaten Sumenep



MEMPERINGATI HARI JADI ITU…..
(Refleksi Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep Yang Ke-742)
Oleh: Moh. Dasuki SN*



 



Ditahun 2011 ini, Kabupaten Sumenep telah mencapai umur yang sudah cukup tua, tepatnya telah berumur 742 tahun pada tanggal 31 Oktober kemarin. Sehingga saat ini, Kabupaten Sumenep telah menggelar berbagai hajatan atau acara untuk memperingati hari jadi yang ke-742 Kabupaten Sumenep tersebut. Mulai dari acara pagelaran dan perlombaan  seni dan budaya Madura sampai musabaqah tilawatil qur’an atau lomba ngaji diantara semua SKPD se-kabupaten Sumenep yang bertempat di depan Labhang Mesem.
Memperingati hari jadi memang sudah menjadi tradisi dan lumrah di semua wilayah Indonesia. Setiap ada moment-moment yang begitu luar biasa, biasanya akan ada peringatan setiap tahunnya, apalagi terbentuknya sebuah kabupaten atau kota. Sehingga disemua daerah tiap tahun pasti ada yang namanya peringatan hari jadi Kabupaten atau Kota tertentu. Tapi, kebanyakan kegiatan yang ada dalam peringatan hari jadi tersebut biasanya kebanyakan lebih mengarah terhadap hal-hal yang bersifat hiburan semata, yang manfaatnya tidak begitu bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat luas, khususnya masyarakat kecil yang ada dipedesaan.
Memperingati hari jadi itu seharusnya tidak hanya sebagai seremonial belaka. Dalam artian, harus ada dampak positif yang bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat luas. Penulis masih belum yakin kalau semua masyarakat yang ada dikabupaten Sumenep ini mengetahui kapan hari jadi Kabupaten Sumenep. Jagan-jangan moment hari jadi itu hanya bisa dirasakan oleh kalangan birokrasi saja, orang-orang perkotaan dan orang-orang yang hanya ikut acara atau lomba yang diadakan ketika memperingati hari jadi. Tapi, mungkin ini hanya anggapan spekulasi penulis saja yang naif ini, dan semoga saja hal tersebut diatas tidak benar-benar terjadi pada masyarakat yang ada di Sumenep.
Coba tengoklah masyarakat kecil pedesaan disekitar kita yang setiap harinya hanya menjadi petani, nelayan, kuli bangunan, pedagang kecil dan yang bekerja serabutan, apakah mereka mengetahui kapan moment hari jadi kabupaten Sumenep? Bahkan mereka terkesan apatis terhadap hal tersebut, karena menurut mereka tidak memberikan pengaruh apa-apa. Dan apakah mereka merasakan esensi dan manfaat dari memperingatai hari jadi kabupaten Sumenep? Entahlah, kayaknya memang harus ada tindakan lebih konkrit lagi dari pemerintah, agar mereka yang ada dipedesaan juga tahu dan merasakan ”meriahnya” dari perayaan peringatan hari jadi kabupaten Suemnep yang jatuh setiap tahun.
Di momentum hari jadi kabupaten Sumenep yang ke-742 ini, semua lapisan masyarakat khususnya birokrasi  untuk sama-sama merenung, memkirkan dan meneladani bagaimana perjuangan fundhing father (Bapak pendiri) dalam mendirikan kabupaten Sumenep tercinta ini, bagimana Arya Wiraraja berjuang untuk menjaga keutuhan kabupaten Sumenep dari ancaman musuh, bagimana beliau bisa menciptakan terjaminnya keamanan dan kesejahteraan rakyat Sumenep, serta bagaimana dulu seorang Arya Wiraraja dapat memikat hati para rakyatnya sehingga menjadi peminpin yang disegani dan disenagi oleh semua lapisan masyarakat. Sehingga terciptalah masyarakat sumenep yang aman, damai dan makmur.
Dengan momentum hari jadi kabupaten sumenep yang ke-742 ini pula, bagimana para pemerintah dan para birokrasi juga memikirkan nasib rakyat-rakyat kecil, tengoklah saudara-daudara kita di pedesaan, yang setiap hari tidak mendapatkan penghasilan tetap, hanya demi untuk sesuap nasi mereka rela bekerja berpanas-panasan dibawah terik matahari yang menyengat. Apakah kesejahteraan dan hak-hak mereka sudah bagus dan terpenuhi?. Juga memikirkan bagaimana persoalan pengannguran yang begitu banyak, para sarjana-sarjana yang masih tidak mendapatkan pekerjaan layak yang sesuai dengan keahliannya. Serta persoalan penegakan hukum keadilan yang benar-benar adil.
Sebenarnya kalau kita mau jujur dan mau membuka mata, banyak sekali persoalan yang ada dikabupaten Sumenep ini yang membutuhkan langkah kongkrit dari pemerintah untuk mengatasinya. Terutama dalam hal kesehteraan masyarakat dan hukum yang ada di kabupaten Sumenep ini. 
Jadi sekali lagi, memperingati hari jadi itu tidak hanya memperbanyak acara seremonial belaka. Tapi, lebih ditekankan terhadap esensi dan manfaat dari semua seremonial tersebut, apakah masyarakat luas bisa merasakan manfaatnya atau tidak. Serta juga dengan moment hari jadi kabupaten Sumenep ini para biroksasi atau pemerintah  mampu merenungi dan meneladani tindakan para pendiri kabupaten Sumenep dalam perjuangan mereka demi untuk memberikan pelayanan dan kesejahteraan pada rakyat, khususnya rakyat kecil yang ada dipedesan terpencil. Semoga....!!!!!

*Penulis adalah Mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Terate Pandian Sumenep, saat ini mengabdikan dirinya di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi STITA Sumenep.

Sabtu, 02 Juli 2016

DILEMA PARA PETANI DAUN EMAS



DILEMA PARA PETANI DAUN EMAS
Oleh : Moh. Dasuki SN*




Musim tembakau telah tiba, petani sudah mulai disibukkan dengan berbagai aktivitas menanam daun emas tersebut. Walaupun sebenarnya para petani tersebut masih memiliki perasaan dilema dan bimbang ketika melihat terhadap kondisi harga tembakau di musim kemarin yang sungguh sangat diluar harapan mereka. Musim kemarin harga tembakau sangat murah sekali bahkan sampai ada yang tidak terjual dengan alasan kualitasnya tidak bagus. Tapi, mau gimana lagi wong menanam tembakau merupakan salah satu mata pencaharian pokok mereka, bahkan tidak jarang orang yang rejekinya menggantungkan pada hasil panen tembakau tersebut.
Para petani saat sekarang lagi sibuk-sibknya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menanam dan memelihara tembakau, baik dari segi kesehatan fisik dan juga dari segi biaya. Sebab dalam bertani tembakau dibutuhkan fisik prima dan keahlian khusus untuk merawat dan memelihara daun emas tersebut,  teremasuk juga pemberian pupuk yang diberikan harus sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tembakau, sehingga pertumbuhan tembakau bagus dan memiliki kualitas tinggi, tentunya untuk memperoleh pupuk tersebut para petani tembakau harus mengeluarkan biaya yang lumayan besar.
Petani tembakau sangat bergantung pada cuaca, karena apabila cuaca tidak bagus (sering hujan) maka sudah dapat dipastikan kualitas tembakau akan jelek dan tidak akan laku di pasaran (gudang), walupun laku harganya sangat murah sekali, kalu dihitung-hitung dari hasil penjualannya tidak cukup untuk biaya mulai dari menanam sampai panen. Tapi, apabila cuaca baik maka kualitas tembakau akan bagus dan harganya bisa melonjak tinggi, tentunya hal inilah yang diharapkan oleh semua para petani daun emas tersebut.
Bertani tembaku tetaplah harus dilaksanakan bagi sebagian orang yang telah terbiasa bertani, terutama di pedesaan, walaupun pada tahun kemarin sudah menanggung kerugian yang lumayan besar. Bermacam  alasan yang mereka lontarkan mengapa tetap bertani tembakau, ada yang bilang untuk menghidupi tanah-tanah mereka karena sudah lama tidak ditanam-tanami, ada juga yang bilang ketika sudah musim panen tembaku nanti "tako'  pas kastah"(Madura), soalnya dikhawatirkan harga tembakau yang akan datang bisa tinggi. Sehingga urusan modal tidak menjadi soal lagi bagi mereka, walaupun dengan berhutang kepada para rentenir mereka tetap pasrah melakukannya hanya demi untuk bisa menanam daun emas ini.
Begitu besarnya ketergantungan para petani tembakau terhadap daun emas ini, sehingga dibutuhkan peran serta pemerintah utuk ikut andil dan memikirkan nasib mereka, terutama DPRD Kabupaten Sumenep supaya memberikan peraturan dan duduk bareng dengan pihak gudang agar dalam proses transaksi harga tembakau terjadi tawar menawar yang bisa menguntungkan kepada para petani. Sangat baik dan memberikan apresiasi jika apa yang dikatakan oleh wakil ketua DPRD Sumenep, Faisal Mukhlis, S. Ag. diwaktu ada kunjungan dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan  Usaha) Jawa Timur dapat direalisasikan, beliau mengatakan " Tata niaga tembakau harus diatur melalui Peraturan yang menguntungkan Posisi tawar menawar petani" (Parlement Edisi IV). Hal ini jangan hanya dijadikan opini belaka dan harus betul–betul direalisasikan agar nasib para petani tembakau tidak begitu terpuruk seperti yang terjadi pada tahun kemarin.   


 Tulisan ini di muat di Majalah Parlement Sumenep





Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban ya Ramadlan


MARHABAN YA RAMADLAN
Oleh : Moh. Dasuki SN*



                                                         
                                                                                                             
Mungkin judul tulisan ini sering anda lihat ketika bulan Ramadlan hampir atau sedang tiba, baik di Media elektronek dan cetak, di toko-toko dan di tempat-tempat lain. Mengapa semua orang kayaknya begitu heboh ketika bulan Ramadlan akan datang? Dan mengapa pula kok kayaknya orang-orang sangat antusias dan bersemangat sekali dalam menyambut bulan Ramadlan? Apa karena akan banyak orang-orang yang akan menjual makanan siap saji (ta'jil) pada waktu hampir menjelang buka? Atau memang karena pada bulan ramadlan terdapat fadlilah (keutamaan) yang begitu besar? Entahlah, jawaban pastinya penulis kembalikan kepada para pembaca sekalian.
Tapi, dalam kaca mata Islam, Bulan Ramadlan merupakan bulan yang paling istimewa, agung dan penuh dengan fadlilah dari pada bulan-bulan yang lain. Bahkan, segala pahala amal kebaikan kita menjadi berlipat ganda ketika melakukannya pada bulan Ramadlan. Ada malam seribu bulan, yang disebut dengan malam lailatul qadar, dimana barang siapa yang melakukan amal kebajikan bertepatan dengan malam tersebut maka pahalanya bagaikan beribadah seribu tahun, bayangkan, seribu tahun! Umur kita saja mungkin tidak akan sampai seribu tahun. Begitulah memang fadhilah yang terkandung dalam bulan Ramadlan dan masih banyak lagi fadlilah-fadlilah yang lainnya.
Begitu juga dengan kitab-kitab empat yang diturunkan kepada para nabi dan rasul, diturunkan bertepatan dengan bulan Ramadlan. Sebagimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : "kitabnya (suhuf) Nabi Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadlan, kitab Tauratnya Nabi Musa diturunkan pada hari keenam, kitab Injilnya Nabi Isa diturunkan pada hari ketiga belas, kitab Zaburnya Nabi Dawud diturunkan pada hari kedelapan belas dan kitab Al-qur'an diturunkan pada hari ke dua puluh empat dari Ramadlan" (diambil dari kitab Dzurratun Nashien).
Namun, ulama' masih berselisih pendapat mengenai tangggal pasti turunnya Al-Qur'an dibulan Ramadlan. Sebab, ada yang mengatakan Al-qur'an diturunkan bukan pada tanggal dua puluh empat seperti hadist diatas, tapi tanggal tujuh belas pada bulan Ramadlan. Tapi, ulama sepakat bahwa Al-qur'an itu diturunkan pada bulan Ramadlan, hal ini diperkuat oleh firman Allah didalam Al-qur'an surat Al-Baqarah ayat 185. yang artinya :Bulan Ramadlan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)………..
Saat ini, kita telah hampir/sedang memasuki bulan yang penuh dengan fadhilah tesebut, kita harus gembira dan bersuka cita dalam menyambutnya. Sebab, Rasulullah bersabda yang artinya : ”Barang siapa yang gembira dengan masuknya bulan Ramadlan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya disentuh oleh api neraka". kalau bahagia saja dalam menyambut datangnya bulan Ramadlan sudah memperoleh fadlilah yang begitu besarnya, apalgi sampai melakukan ibadah-ibadah, tentu pahalanya sangat besar sekali. Jadi, jangan sampai kesempatan yang mudah untuk meraih rahmat-Nya ini terbuang dengan sia-sia lantaran melakukan maksiat dan dosa.
Oleh karena itu, mumpung pada bulan Ramadlan ini kita masih diberi kesempatan hidupa oleh Allh SWT, maka kita harus berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan segala fadlilah dan keberkahan yang terdapat didalam bulan Ramadlan, tentunya dengan memperbanyak melakukan amalan-amalan wajib dan juga sunnah serta menjauhi segala apa-apa yang menjadi larangan Allah SWT. Akhirnya penulis mengucapkan MARHABAN YA RAMADLAN!!!